Langsung ke konten utama

Kerinduan akan bumi sikerei



Merekalah orang tua kami disana. Merekalah tetua yang harus dihormati. Merekalah "Sikerei" dari Mentawai. Yaa.. Mungkin orang lain hanya bisa tertawa melihat sedikit gambaran kami disana. Mereka bisa tertawa lepas sambil mengolok-olok. Bagaimana bisa kami juga bersikap seperti itu? Setelah kami menjalani kehidupan bersama mereka? Lantaskah kami masih seperti itu? Setelah melihat semua perjuangan mereka dalam bertahan hidup.
Bagaimana bisa mereka mencoba memaksa merubah kebudayaan ini? Sedangkan mereka bersikeras mempertahankan? Lantas apa guna "Bhineka Tunggal Ika" bagi kita?

Kami sangat merindukan sekali berada disana, bersama kerumunan mereka. Berbincang-bincang dengan nada aneh yang terdengar, sehingga kami bisa memahami satuper satu karakter mereka.

Mereka sangat hangat, sangat sopan dan baik kepada kami. Tapi sayang orang-orang memandang mereka diluar dari itu. Kami rindu disaat bercerita, mendengar ceritanya, mendengar marahnya, mendengar suara gelak tawanya.
Memang di awal kepergian selalu ada akhir kesedihan. Mungkin kami begitu berat untuk meninggalkan mereka. Hanya saja tanpa kita tahu, mereka merasa begitu kehilangan setelah kita tinggal pergi. Mereka hanya diam dan memendam kesedihannya. Berharap suatu saat bakal ketemu lagi.

Kehidupan yang begitu sederhana, tanpa iming-iming uang dan kekayaan materil lainnya. Hidup begitu sangat tentram. Tak ada hal yang harus dipikirkan besok ingin bergaya seperti apa, berpenampilan seperti apa atau bahkan besok ingin membeli apa.
Kami bisa dengan mudah melupakan kehidupan mewah seperti dikota, lantas kenapa mereka tidak bisa menikmati sedikitpun kemewahan itu? Dan bagaimana dengan caranya kami bisa menerapkan kesederhanaan itu dikota ini?
Mereka begitu sangat jauh kekurangan dari kita, mereka harus menempuh jarak berkilo-kilo untuk mendapatkan hasil. Tapi semangat itulah yang membawa kami ikutan bangkit.

Andai rindu ini dapat tersampaikan, kami ingin kembali lagi kesana dalam membawa sedikit perubahan untuk kalian semuaa...
Salam hangat dari kamiiii yang datang lalu pergi tanpa bisa memberi apa-apa..
Salam Antropologi Unand

Loc : Desa Buttui, siberut selatan. Kepulauan mentawai

23 maret-30 maret 2018

Komentar